Tuesday, 5 March 2013

Lintas Jakarta

05-03-2013

Wow... postingan pertama bulan ini ya, gakerasa sekarang udah Maret, bentar lagi gue kelas 8, bakal punya adek kelas dan... Kak Ezra sama Kak Ichan lulus. Grrr, gue pengen cepet-cepet liburan tapi ga pengen waktu bergerak cepat (ababil), contohnya hari ini.. gue hampir kehilangan satu hari gue menjadi anak kelas 7: gue masuk cuma setengah hari.Yap, kejadian bermula ketika supir gue telat masuk, padahal gue udah rapih dari jam 6 kurang, karena gue panik bakal telat, ibu gue mengajak gue ke kantor imigrasi, buat sekalian bikin paspor. Kantor imigrasinya terletak di Jakarta Pusat (1 jam lebih dari rumah gue -_-, jadilah gue berpetualang lintas Jakarta) gue tidur selama perjalanan di mobil, lumayan lah gue masih ngantuk. Nyampe sana ternyata ibu gue baru tau, kalo anak dibawah umur mau perpanjang paspor harus ditemani kedua orang tuanya... jadi gue makan sotomie dulu terus langsung ke labsky, nyampe labsky pas banget abis bel istirahat. Padahal supir gue bilang "Ayolah ca, nanti jam 1 nyampe, terus jam 4 pulang.. buat apa?" .... kan gue tidak mau menyia-nyiakan waktu yang ada, jadi gue masuk aja, lagipula gara-gara dia kan gue telat -_-

Terus parahnya beberapa hari yang lalu, mini seri "Malam Minggu Miko" udah tamat... yah abis deh acara favorit remaja-remaja jaman sekarang, meskipun terkesan "murahan" tapi lelucon-leluconnya kerasa banget.. semoga aja bakal banyak mini seri semacam itu bermunculan.. tapi jangan abal aja ya. Judul episode terakhir MMM ini adalah "Malam Terakhir Miko", dan gue sendiri baru nonton setengah vidionya, tapi katanya orang-orang sih di episode ini si Miko (Raditya Dika) akhirnya jadian.


Mmmm karena gue merasa postingan ini terlalu pendek, jadi gue tambahin puisi gombal-gombalan deh..

Menunggu
Oleh : Carissa Nuryasmin Putri

Jutaan detik aku menunggumu
Tak pernah ku hiraukan petir dan terik
Mungkin aku akan berkarat menunggumu
Hujan akan mengikisku sedikit demi sedikit
Tapi tujuanku hanya dirimu, wahai harta karunku
Emas terlihat seperti debu
Oh, betapa kau membutakan diriku
Jutaan bintang tak akan bisa menggantikanmu
Di saat mataku terpejam kau bisa kulihat
Senyumanmu lebih indah dari pelangi
Hidupku tak semanis harapanku
Tapi tak pula seasin air mataku
Datanglah padaku, pangeranku
Lautan api akan ku sebrangi
Hanya untuk dirimu, kekasih hati

Selamat malam, kekasih hati
CIAT CIAT CIAT :3

No comments:

Post a Comment