Monday, 25 March 2013

"Khayalan" di "Senin Pagi"

25-3-2013

Gue paling suka jam Bindo... apalagi kalo di ruangannya, banyak banget buku-buku kumpulan puisi dan sajak, berkat ruangan bindo gue jadi tau bagaimana bentuknya puisi yang aneh-aneh, kalo lu suka ngeliat postingan puisi gue yang lama, lo bakal ngerasa ada perubahan dari gaya penulisan puisi gue, maklum lah namanya juga masih labil (LOL). Pelajaran bindo tadi gue bikin 2 puisi sekaligus dalam waktu yang dekat, dan gue baru sadar ternyata kedua puisi saling berhubungan;

Khayalan
Oleh : Carissa Nuryasmin Putri

Senyummu semu,
tapi nyata di mimpiku.
Fiksi,
tapi realita di anganku.

Senin Pagi
Oleh : Carissa Nuryasmin Putri

Terlepas dari nyenyak
Langkahku semakin mantap
Malu-malu mengaku
"Aku ke sini untukmu."

Nah coba, puisi pertama mengandung unsur "mimpi" yang identik dengan tidur, nah puisi kedua berisi tentang kegiatan di pagi Senin, yang artinya "orang" ini (seharusnya dibilang gue tapi kan namanya bikin puisi suka kebawa di alam bawah sadar, jadi ini gue atau bukan rahasia Illahi) menceritakan kisahnya dari pas dia tidur sampe bangun... bikin puisi itu kadang-kadang agak aneh ya soalnya kata-kata yang tertuang biasanya berasal dari alam bawah sadar, yang bahkan sulit dimengerti oleh diri kita sendiri, tapi kalo menurut gue puisi/sajak yang paling jleb itu yang dimengerti oleh penulisnya, contohnya karya Chairil Anwar, buku kumpulan puisi/sajaknya adalah buku favorit gue di ruang bindo, puisi favorit gue dari buku ini adalah "Cintaku Jauh di Pulau":
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?

Inalilahiwainailaihirojiun, pas gue nyampe rumah gue ngeliat bendera kuning, gue spontan langsung nanya pembantu gue siapa yang meninggal, dan ternyata yang meninggal itu kepala sekolah TK gue dulu, kata pembantu gue sih meninggalnya jam 3-an siang tadi.. semoga amal ibadah ibu diterima Allah SWT, amin

Itu aja untuk hari ini,
Gue juga lagi ngefly soalnya kerinduan gue akan "doi" sudah terbayar.

No comments:

Post a Comment